Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19

Dalam rangka penanganan cepat COVID-19 diperlukan KMK 413 – Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 REVISI 5

  • Tipe: Dokumen
  • Format: PDF
  • Jumlah halaman: 207 halaman
  • Ukuran: A4

 

 

 

Versi Buku Pedoman P2 COVID-19 Revisi 5 bisa di unduh di link berikut:

  • Tipe: Dokumen
  • Format: PDF
  • Jumlah halaman: 214 halaman
  • Ukuran: A4

 137,172 total views,  1,036 views today

Like this Article? Subscribe to Get our news update for FREE!

Post Author: RM

6 thoughts on “Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19

    Yohanis Kamsri Daniel dedo,Amd.Kep

    (July 15, 2020 - 09:01)

    Materinya sangat bagus

    kress

    (July 16, 2020 - 11:59)

    Pencegahan yg di lakukan sudah tepat tapi sebisa mungkin control pusat ke daerah harus intensif agar tidak ada penyalagunaan data dan dana (oknum yg mencari kesempatan dalam kesempitan)

      AMN

      (July 19, 2020 - 18:54)

      Terima kasih atas apresiasinya. Mohon doanya agar kita dijauhkan dari oknum demikian, dan semoga pandemi ini segera berakhir.

      Salam sehat selalu

    Sukarni Hardanensi.Amd.KL

    (July 17, 2020 - 16:27)

    Sangat bermanfaat bagi kesehatan lingkungan n hidup bersih di sekitar lingkungan jaga jarak n cuci tangan

    Solihin

    (September 26, 2020 - 12:35)

    Selamat siang. Izinkan saya memberi masukan. Semoga berkenan. Ini pengalaman saya, berbincang dan berdiskusi dengan banyak orang. Beberapa percakapan menghasilkan dua kesimpulan atau dua kelompok orang.
    Yang pertama, orang-orang yang paham dan memahami COVID19 . Kesehariannya selalu waspada dan disiplin menjalankan Protokol Kesehatan. Bahkan tetap giat memberi arahan dan pesan serta berkampanye Protokol Kesehatan baik melalui medsos atau dalam setiap obrolan dengan keluarga dan orang sekitarnya.
    Kelompok yang ke-dua, ini yang mengkhawatirkan. Inti nya mereka tidak percaya akan COVID19. Bahkan terkesan nyinyir, meremehkan, menganggapnya sebagai isu yang dihembuskan orang yang berkonspirasi. Alasan utama mereka suka bertanya pada teman di lain tempat atau berbeda daerah atau kota “Ada yang terkena Covid19 gak di daerah mu ?” Pasti jawabannya “Gak ada, aman “. Begitu dan begitu terus seakan mencari tahu dengan mendapat jawaban yang sama “Gak ada, aman”. Hingga kelompok ini sampai pada kesimpulan di atas (konspirasi)
    Dari pengalaman tersebut, saya ingin memberikan masukan. Sebaiknya kalau ada pasien Covid19 disebutkan saja identitasnya, Tidak usah ada rahasia. Pasien Covid19 bukan akibat tindakan terhina. Bisa mengenai siapa pun dari golongan A sampai Z. Para pejabat publik saja secara legawa mengumumkan bila dirinya terkena.
    Ini penting untuk meyakinkan orang-orang yang saya masukan ke kelompok ke-dua. Sehingga mereka mengerti dan sadar bahwa Covid19 memang ada. Agar Pandemi cepat selesai.
    Demikian, semoga berkenan. Mohon maaf kalau pendapat saya dianggap salah. Salam Sehat

      AMN

      (October 5, 2020 - 20:20)

      Terima kasih atas masukannya. Media promosi kesehatan dan komunikasi risiko yang masif di tingkat masyarakat melibatkan tokoh-tokoh masyarakat sangat penting dalam upaya meningkatkan Early Warning Alert sekaligus informasi yang benar tentang COVID.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.