Laporan Situasi Penyakit Infeksi Emerging Minggu 38 (17-23 September 2018)

Poliomielitis

  1. Situasi Global
      • Total kasus kumulatif tahun 2018 sebanyak 60 kasus yang terdiri atas 14 kasus WPV1 di Afganistan, 4 Kasus WPV1 di Pakistan, 15 kasus cVDPV2 di Republik Demokratik Kongo, 8 Kasus cDVDPV2 di Nigeria, 7 kasus cVDPV di Somalia dan 12 kasus cVDPV1 di Papua New Guinea.
      • Jumlah kumulatif kasus polio tahun 2017 hingga tahun 2018 sebanyak 178 kasus dengan rincian sebagai berikut:

      Kasus polio di Negara endemis sebanyak 48 kasus, dengan rincian jenis WPV1 sebanyak 40 kasus (Pakistan 12 kasus dan Afganistan 28 kasus) dan cVDPV2 sebanyak 8 kasus di Nigeria. Adapun kasus polio di negara non endemis sebanyak 131 kasus, dengan rincian jenis cVDPV1 sebanyak 12 kasus di Papua New Guinea, jenis cVDPV2 sebanyak 37 kasus di Republik Demokratik Kongo, 74 kasus di Republik Arab Syria, dan 4 kasus di Somalia.  Jenis cVDPV3 sebanyak 2 kasus di Somalia, dan cVDPV jenis kombinasi 2 dan 3 sebanyak 1 kasus di Somalia.

      (Sumber: https://polioeradication.org/polio-today/polio-now/this-week/ per tanggal 18 September 2018).

  1. Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini :
    • Afghanistan melaporkan satu kasus WPV1 di Provinsi Kandahar dan Onset paralisis tanggal 11 Agustus 2018.
    • DRC melaporkan dua kasus cVDPV2 di Provinsi Mongola. Satu kasus di distrik Yamaluka onset tanggal 30 Juli 2018 dan satu kasus lagi di distrik Bumba dengan onset paralisis tanggal 5 Agustus 2018.

MERS

  1. Situasi global
  • Kumulatif kasus MERS sejak September 2012 sampai 9 September 2018 sebanyak 2.249 kasus dengan 798 kasus kematian (CFR 35,48%) di 27 Negara. Mayoritas kasus yang dilaporkan dari Arab Saudi yaitu 1.865 kasus. (WHO Event Update https://apps.who.int/ihr/eventinformation/event/2018-e000343 diakses 24 Agustus 2018).
  • Negara yang melaporkan kasus MERS pada tahun 2018 adalah Saudi Arabia (84 kasus/ 24 kematian), Malaysia (1 kasus/1 kematian), Oman 1 Kasus/ 0 kematian, United Arab Emirate (1 Kasus/ 0 kematian), Republik Korea (1 kasus/ 0 kematian), dan United Kingdom (1 kasus/ 0 kematian).
  1. Situasi di Indonesia
    • Kasus Konfirmasi

Kumulatif kasus sejak tahun 2013 sampai 24 September 2018 sebanyak 518 kasus dengan rincian 513 kasus negatif MERS dan 5 kasus tidak dapat diambil spesimen.

    • Kasus Terduga MERS

Kumulatif kasus sejak tahun 2013 sampai 17 September 2018 sebanyak 516 kasus dengan rincian 512 kasus negatif MERS dan 4 kasus tidak dapat diambil spesimen.

    • Kasus pada minggu ini :
      • MF/Lk/47th/ Surabaya, Jawa Timur/ RS Haji Jawa Timur/Hasil Negatif MERS dan Influenza / Kondisi membaik.
      • MB/Lk/71th/Ponorogo, Jawa Timur/RS Muhammadiyah Ponorogo/Tidak sempat dilakukan pengambilan sampel/Meninggal
  1. Informasi minggu ini : NIHIL

Penyakit Virus Ebola (PVE)

  1. Situasi global
    Dilaporkan hingga 18 September 2018, total dilaporkan sebanyak 142 kasus EVD (111 kasus konfirmasi dan 31 kasus probable) dengan 97 kematian (66 kematian dari kasus konfirmasi dan 31 dari kasus probable). Dilaporkan 19 kasus pada petugas kesehatan (18 kasus konfirmasi dan 1 kasus probable dengan tiga kematian). Keseluruhan kasus berasal dari delapan Zona Kesehatan di Provinsi Kivu Utara dan Provinsi Ituri yaitu Zona Kesehatan Mabalako (68 kasus konfirmasi, 21 kasus probable, dan 65 kematian), Beni (25 kasus konfirmasi, 4 kasus probable, dan 23 kematian), Butembo (5 kasus konfirmasi, 2 kasus probable dengan 3 kematian), Oicha (2 kasus konfirmasi, 1 kasus probable dengan 1 kematian), Musienene (1 kasus probable dengan 1 kematian), Masereka (1 kasus konfirmasi dengan 1 kematian), Kalunguta (1 kasus konfirmasi tanpa kematian), dan Mandima (11 kasus konfirmasi, 2 kasus probable, dan 3 kematian). Hingga 11 September 2018 sebanyak 5.306 kontak berada dalam pemantauan. (EVD External Situation Report No.7, tanggal 18 September 2018).

     

    Adanya krisis kemanusiaan dan buruknya keamanan di sebelah utara Provinsi Kivu ini membuat respon terhadap outbreak PVE menjadi lebih sulit. Jalur penghubung (jalur udara, perairan, ataupun darat) antara wilayah terjangkit dengan negara tetangga DRC (berbatasan dengan Uganda dan Rwanda) menjadi salah satu potensi penyebaran PVE tingkat regional, mengingat adanya pergerakan pengungsi dari DRC menuju beberapa negara tetangga. WHO menilai risiko penyebaran PVE saat ini tergolong tinggi pada level nasional dan regional, dan tergolong rendah di level global.

  2. Situasi di Indonesia : NIHIL
  3. Informasi minggu ini :
    • Minggu ini dilaporkan 10 kasus tambahan (10 kasus konfirmasi dengan 6 kasus meninggal) yang terjadi di Beni (5 kasus/4 kematian), Butembo (3 kasus), dan Mabalako (2 kasus/2 kematian) termasuk dua tenaga kesehatan yang terinfeksi PVE.

Flu Burung A (H5N1, H5N6, H7N9, H9N2, H7N4)

AH5N1

  1. Situasi global
  • Kumulatif kasus Influenza A(H5N1) sejak tahun 2003 sampai 2018 sebanyak 860 kasus dengan 454 kasus kematian (CFR 53 %) yang dilaporkan dari 16 negara. (WHO – Avian Influenza Weekly Update No. 654, 14 September 2018).
  • Pada tahun 2018 belum ada kasus yang dilaporkan.
  1. Situasi di Indonesia
    • Kasus konfirmasi :

    Kumulatif kasus A(H5N1) sejak tahun 2005 sampai 2 Juli 2018 sebanyak 200 kasus dengan 168 kematian (CFR 83,9 %).

    • Kasus pada minggu ini : NIHIL
  1. Informasi minggu ini : NIHIL

B. H5N6

  1. Situasi global
  • Tahun 2018 dilaporkan 2 kasus konfirmasi A(H5N6) di Cina.
  • Kumulatif kasus A (H5N6) sejak tahun 2014 sampai 28 Agustus 2018 sebanyak 20 kasus dengan 6 kematian* (CFR 30%) di negara Cina ((WHO – Avian Influenza Weekly Update 654, 14 September 2018). *Revisi berdasarkan laporan WPRO terbaru
  1. Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini : NIHIL

C. H7N9

  1. Situasi global
  • Tahun 2018 dilaporkan dua kasus konfirmasi A(H7N9) di Cina.
  • Kumulatif kasus flu burung A (H7N9) sejak tahun 2013 sampai 30 Juli 2018 dilaporkan sebanyak 1.567 kasus konfirmasi dengan 615 kematian (CFR 39,2%) (WHO – Avian Influenza Weekly Update No. 654, 14 September 2018).
  1. Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini : NIHIL

D. H9N2

  1. Situasi Global
  • Tahun 2018 dilaporkan dua kasus konfirmasi A(H7N9) di Cina.
  • Kumulatif kasus flu burung A (H7N9) sejak tahun 2013 sampai 30 Juli 2018 dilaporkan sebanyak 1.567 kasus konfirmasi dengan 615 kematian (CFR 39,2%) (WHO – Avian Influenza Weekly Update No. 654, 14 September 2018).
  1. Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini : NIHIL

E. H7N4

  1. Situasi global

Sejak 14 Februari 2018 dilaporkan 1 kasus konfirmasi flu burung A (H7N4) dari Cina, dan sampai tanggal 31 Agustusi 2018 belum ada kasus baru yang dilaporkan lagi. (WHO – Avian Influenza Weekly Update No. 654, 14 September 2018).

  1. Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini : NIHIL

Demam Kuning

  1. Situasi Global

Sejak Januari 2016 sampai dengan 13 Maret 2017, 7 negara dan teritorial bagian Amerika melaporkan kasus konfirmasi Demam Kuning antara lain : Bolivia, Brazil, Kolumbia, Ekuador, Guyana Perancis, Peru dan Suriname. Di Brazil sejak 1 Juli 2017 sampai 24 April 2018, ada 1.218 kasus konfirmasi demam kuning dengan 364 kematian (CFR 30%). Semua kasus konfirmasi di Brasil dikaitkan dengan penularan tipe sylvatic tanpa bukti transmisi yang terkait dengan tipe perkotaan. Pada 24 April 2018, 19 kasus konfirmasi dilaporkan terjadi pada pelaku perjalanan yang belum divaksinasi dimana 3 diantaranya terdeteksi di Brasil, dan 16 dilaporkan dari Argentina, Prancis, Jerman, Belanda, Rumania, Swiss, dan Inggris. (Update disease outbreak news WHO, 3 Mei 2018)

Penyakit Demam Kuning saat ini juga aktif di Nigeria yang dikonfirmasi di 11 negara bagian (Kwara, Kogi, Kano, Zamfara, Kebbi, Nasarawa, Niger, Katsina Edo, Ekiti, dan Rivers). Sejak 12 September 2017 sampai 2 September 2018, total kasus di Nigeria adalah 2.837 kasus suspek dengan 2.650 sampel darah yang dikumpulkan dan diuji di laboratorium Nigeria. Dari sampel darah yang diuji di laboratorium Nigeria, ada 126 sampel dugaan positif dan tidak meyakinkan yang di konfirmasi positif oleh IP Dakar. Total kematian adalah 51 kematian dari total kasus dan 10 kematian dari total kasus konfirmasi dan kemungkinan (CFR 7,9%). (Yellow Fever Situation Report Nigeria Centre For Disease Control Epi-week 35, 2 September  2018).

  1. Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini : NIHIL

 

Demam Lassa

  1. Situasi Global

Sejak 1 Januari sampai 9 September 2018 dilaporkan sebanyak 2.515 kasus suspek dari 22 negara bagian (Edo, Ondo, Bauchi, Nasarawa, Ebonyi, Anambra, Benue, Kogi, Imo, Plateau, Lagos, Taraba, Delta, Osun, Rivers, FCT, Gombe, Ekiti, Kaduna, Abia, Adamawa and Enugu). Dari kasus tersebut terdapat 504 kasus konfirmasi dengan 142 kematian (CFR 28.57%), 10 probable, dan 2.002 negatif. Tiga negara yang melaporkan 82% dari kasus konfirmasi demam lassa adalah negara Edo (46%), Ondo (23%), dan Ebonyi (13%). Sejak wabah terdapat 39 petugas kesehatan terinfeksi demam lassa yang tersebar di 7 negara bagian (Ebonyi, Edo, Kogi, Nasarawa, Ondo, Taraba dan Abia) dengan 10 kematian. Terdapat 7.328 kontak erat yang telah diidentifikasi: 193 (2,6%) masih di lakukan pengamatan, 7,025 (95.9%) telah dilakukan pengamatan selama 21 hari, 15 (0,2%) hilang pengamatan. Sebanyak 95 (1,4%) kontak simptomatis telah diidentifikasi dan 34 orang  (0,5%) diantaranya dinyatakan positif. (Lassa Fever Situation Reports Nigeria Center For Diseases Center No. 37, 9 September 2018)

  1. Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini :
    Dilaporkan tujuh kasus konfirm tambahan tanpa kematian yang terjadi di Edo (6 kasus) dan Delta (1 kasus).

 

Listeriosis

  1. Situasi Global

Listeriosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes dan menyebar melalui pangan yang terkontaminasi (foodborne disease). Saat ini sedang terjadi KLB di tiga wilayah yaitu:

    • Australia: Sejak 26 Januari 2018 – 20 Maret 2018 dilaporkan 19 orang terinfeksi bakteri Listeria, dengan 6 kematian. Tersebar di New South Wales (6), Victoria (8), Queensland (4) dan Tasmania (1). Hasil investigasi bersama antara otoritas kesehatan dan otoritas pangan New South Wales (NSW) menunjukkan bahwa sumber infeksi adalah melon kuning (rock melon) yang dibudidayakan perusahaan pertanian di Nericon Distrik Riverina NSW, namun belum diketahui dengan pasti titik sumber kontaminasi pada rantai penyediaan melon kuning. Untuk mengurangi risiko WHO menyarankan untuk mencuci semua buah dan sayuran sebelum dikonsumsi. (Event information WHO, 9 April 2018) .
    • Afrika Selatan: Sejak 1 Januari 2017 sampai 14 Agustus 2018, dilaporkan 1.060 kasus konfirmasi dengan 216 kematian dari semua provinsi di Afrika Selatan. Sebagian besar kasus telah dilaporkan dari Provinsi Gauteng (57,9%) diikuti Western Cape (12,8%) dan KwaZulu-Natal (7,8%). Tanggal 3 September 2018, wabah Listeriosis di Afrika Selatan dinyatakan berakhir. (Media Statement On Listeriosis, 3 September 2018).
    • Europe Union: Sejak 2015 sampai 15 Juni 2018 terdapat 47 kasus dengan 9 kematian (CFR = 19%) yang dilaporkan dari 5 negara anggota Europe Union yaitu Austria, Denmark, Finland, Sweden dan UK. Sumber infeksi diketahui berasal dari jagung beku atau frozen mix vegetables yang didalamnya terdapat jagung yang diproduksi di Hungary. (WHO Event Update, 18 Juli 2018)
  1.  Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini :
    Afrika Selatan menyatakan bahwa wabah Listeriosis telah berakhir setelah sudah tidak adanya kasus listeriosis sejak minggu pertama Juni 2018 dan sudah lebih dari dua bulan angka kejadian kasus konfirmasi listeriosis menurun seperti sebelum wabah (Media Statement on Listeriosis, 3 September 2018).

 

Nipah Virus

  1. Situasi Global

Nipah virus di India dilaporkan dari dua wilayah dari Kabupaten Kerala yaitu Kozhikode dan Malappuram. Sebanyak 19 kasus (18 kasus konfirmasi dan 1 kasus suspek yang meninggal namun belum sempat diambil sampelnya) 17 kasus diantaranya meninggal. Outbreak kali ini dilokalisasi di dua wilayah Kerala yaitu Kozhikode dan Mallapuram. Tidak ada kasus kematian baru yang dilaporkan sejak 1 juni 2018 . Pada 30 Juli 2018 dilaporkan adanya penularan dari manusia ke manusia di Kerala (WHO Event Update, 7 Agustus 2018).

Nipah virus merupakan penyakit zoonosis dengan angka kematian yang tinggi (40% – 70%) khususnya di wilayah Asia Tenggara. Namun, hal tersebut dipengaruhi oleh kemampuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi nipah virus. Penularan dari manusia ke manusia sangat terbatas, biasanya terjadi pada anggota keluarga dan tenaga kesehatan yang tidak terlindungi dengan aman melakukan kontak langsung dengan pasien.

  1. Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini : NIHIL

 

Terima kasih,

Salam,
Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan

 1,090 total views,  2 views today

Like this Article? Subscribe to Get our news update for FREE!

Post Author: DAF