Laporan Situasi Penyakit Infeksi Emerging Minggu ke-34 (20-26 Agustus 2018)

Poliomielitis

  1. Situasi Global

Total kasus kumulatif tahun 2018 sebanyak 39 kasus, 11 kasus WPV1 di Afganistan, 3 Kasus WPV1 di Pakistan, 11 kasus cVDPV2 di Republik Demokratik Kongo, 5 Kasus cDVDPV2 di Nigeria, 5 kasus cVDPV di Somalia dan 4 kasus cVDPV1 di Papua New Guinea.

Jumlah kumulatif kasus polio tahun 2017 hingga tahun 2018 sebanyak 157 kasus dengan rincian sebagai berikut :

Kasus polio di Negara endemis sebanyak 41 kasus, dengan rincian jenis WPV1 sebanyak 36 kasus (Pakistan 11 kasus dan Afganistan 25 kasus)  dan cVDPV2 sebanyak 5 kasus di Nigeria. Adapun kasus polio di negara non endemis sebanyak 116 kasus, dengan rincian jenis cVDPV1 sebanyak 4 kasus di Papua New Guinea, jenis cVDPV2 sebanyak 33 kasus di Republik Demokratik Kongo, 74 kasus di Republik Arab Syria, dan 2 kasus di Somalia.  Jenis cVDPV3 sebanyak 2 kasus di Somalia, dan cVDPV jenis kombinasi 2 dan 3 sebanyak 1 kasus di Somalia.

(Sumber https://polioeradication.org/polio-today/polio-now/this-week/ per tanggal 23 Agustus  2018).

  1. Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini :
    • Afghanistan melaporkan dua sampel lingkungan yang positif virus polio tipe WPV1, satu sampel dari Provinsi Jalalabad dan satu sampel dari provinsi Kandahar.
    • Nigeria melaporkan satu kasus polio baru tipe cVDVP2 dari Borno state. Juga melaporkan dua sampel lingkungan positif cVDPV2 yang berasal dari Yobe state dan Sokoto state.
    • DRC melaporkan sampel stool yang positif virus polio tipe cVDPV2 yang diambil dari kontak komunitas yang sebelumnya negatif kasus AFP.
    • Somalia malaporkan satu kasus polio baru tipe cVDPV2 di Distrik Davnille, Provinsi Banadir.

 

MERS

  1. Situasi global

Kumulatif kasus MERS sejak September 2012 sampai akhir Juni 2018 sebanyak 2.241 kasus dengan 795 kasus kematian (CFR 35,5%) di 27 Negara. Mayoritas kasus yang dilaporkan dari Arab Saudi yaitu 1865 kasus. (WHO Event Update https://apps.who.int/ihr/eventinformation/event/2018-e000343 diakses 24 Agustus 2018).

Negara yang melaporkan kasus MERS pada tahun 2018 adalah Saudi Arabia (84 kasus/ 24 kematian), Malaysia (1 kasus/1 kematian), Oman 1 Kasus/ 0 kematian dan United Arab Emirate (1 Kasus/ 0 kematian), dan United Kingdom (1 kasus/ 0 kematian).

  1. Situasi di Indonesia
    • Kasus Konfirmasi

Kumulatif kasus sejak tahun 2013 sebanyak 2 orang. Satu orang merupakan jamaah umroh yang sakit saat berada di Arab namun, dirawat dan pulang kembali ke Indonesia setelah sembuh. Kasus kedua merupakan tenaga kerja Indonesia yang sakit MERS kemudian meninggal dan dimakamkan di Arab.

    • Kasus Terduga MERS

Kumulatif kasus sejak tahun 2013 sampai 11 Juni 2018 sebanyak 511 kasus dengan rincian 507 kasus negatif MERS dan 4 kasus tidak dapat diambil spesimen.

    • Kasus pada minggu ini : NIHIL
  1. Informasi minggu ini :

Dilaporkan satu kasus positif MERS di United Kingdom (UK) yang dilaporkan pada tanggal 22 Agustus 2018. Kasus merupakan warga negara Arab Saudi yang sedang berkunjung ke UK. WHO menilai masih ada kemungkinan eksportasi kasus MERS dari negara terjangkit seperti Arab Saudi atau negara timur tengah lainnya ke negara lain.

 

Penyakit Virus Ebola (PVE)

  1. Situasi global

Dilaporkan hingga 20 Agustus 2018, sebanyak 102 kasus konfirmasi, 27 kasus probable, 58 kasus suspek dengan 59 kematian (32 kematian dari kasus konfirmasi dan 27 dari kasus probable). Dilaporkan 13 kasus pada petugas kesehatan (12 kasus konfirmasi dan 1 kasus probable dengan satu kematian). Keseluruhan kasus berasal dari Zona Kesehatan Mabalako (61 kasus konfirmasi, 21 kasus probable, 45 kasus suspek, dan total 48 kematian), Beni (6 kasus konfirmasi dengan 4 kematian), Butembo (2 kasus probable dengan 2 kematian dan 2 kasus suspek), Oicha (1 kasus konfirmasi, 1 kasus probable dengan 1 kematian), Musienene (1 kasus probable dengan 1 kematian), Mandima (7 kasus konfirmasi dan 2 kasus probable dengan 3 kematian) dan Masereka (4 kasus suspek). Hingga 20 Agustus 2018 sebanyak 2.408 kontak berada dalam pemantauan. (EVD External Situation Report, tanggal 22 Agustus 2018).

Adanya krisis kemanusiaan dan buruknya keamanan di sebelah utara Provinsi Kivu ini membuat respon terhadap outbreak PVE menjadi lebih sulit. Jalur penghubung (jalur udara, perairan, ataupun darat) antara wilayah terjangkit dengan negara tetangga DRC (berbatasan dengan Uganda dan Rwanda) menjadi salah satu potensi penyebaran PVE tingkat regional, mengingat adanya pergerakan pengungsi dari DRC menuju beberapa negara tetangga. WHO menilai risiko penyebaran PVE di kali ini tergolong tinggi pada level nasional dan regional dan rendah di level global.

  1. Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini :
    • Dilaporkan penambahan kasus baru sebanyak 72 kasus konfirmasi baru dan 18 kematian baru di wilayah yang sedang terjangkit.

 

Flu Burung A (H5N1, H5N6, H7N9, H9N2, H7N4)

AH5N1

  1. Situasi global

Kumulatif kasus Influenza A(H5N1) sejak tahun 2003 sampai 2018 sebanyak 860 kasus dengan 454 kasus kematian (CFR 53 %) yang dilaporkan dari 16 negara. (WHO – Avian Influenza Weekly Update No. 630, 6 April 2018).

Pada tahun 2018 belum ada kasus yang dilaporkan.

  1. Situasi di Indonesia
    • Kasus konfirmasi :

    Kumulatif kasus A(H5N1) sejak tahun 2005 sampai 2 Juli 2018 sebanyak 200 kasus dengan 168 kematian (CFR 83,9 %).

    • Kasus pada minggu ini : NIHIL
  1. Informasi minggu ini : NIHIL

B. H5N6

  1. Situasi global

Tahun 2018 dilaporkan 1 kasus konfirmasi A(H5N6) di Cina dengan onset tanggal 19 Desember 2017.

Kumulatif kasus A (H5N6) sejak tahun 2014 sampai 30 Juni 2018 sebanyak 19 kasus dengan 6 kematian (CFR 31,57 %) di negara Cina (WHO – Avian Influenza Weekly Update No. 631, 6 April 2018).

  1. Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini : NIHIL

C. H7N9

  1. Situasi global

Tahun 2018 dilaporkan dua kasus konfirmasi A(H7N9) di Cina.

Kumulatif kasus flu burung A (H7N9) sejak tahun 2013 sampai 30 Juli  2018 dilaporkan sebanyak 1.567 kasus konfirmasi dengan 615 kematian (CFR 39,2%) (WHO – Avian Influenza Weekly Update No. 631, 6 April 2018).

  1. Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini : NIHIL

D. H9N2

  1. Situasi Global

Tahun 2018 dilaporkan tiga kasus A(H9N2) di Cina.

Kumulatif kasus flu burung A(H9N2) sejak Desember 2015 hingga 27 Agustus 2018 sebanyak 20 kasus di Cina. (WHO Event Update 24 Agustus 2018).

  1. Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini :

Dilaporkan satu kasus positif flu burung A(H9N2) di China. Kasus merupakan seorang wanita hamil, usia 24 tahun dari Shenzhen, Provinsi Guangdong, China. Dilaporkan kasus memiliki riwayat mengunjungi pasar dan kebun namun tidak memiliki riwayat kontak dengan unggas hidup. Hasil penyelidikan epidemiologi didapatkan bila alat dan bahan mentah yang digunakan oleh kasus menunjukkan positif H9N2.  Diduga adanya kontaminasi dari lingkungan sebagai sumber infeksi.  Berdasarkan bukti epidemiologi yang ada saat ini, kemungkinan penularan dari manusia ke manusia masih sangat kecil.

E. H7N4

  1. Situasi global

Sejak 14 Februari 2018 dilaporkan 1 kasus konfirmasi flu burung A (H7N4) dari Cina, dan sampai tanggal 2 Juli 2018 belum ada kasus baru yang dilaporkan lagi. (WHO – Avian Influenza Weekly Update No. 631, 6 April 2018).

  1. Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini : NIHIL

Demam Kuning

  1. Situasi Global

Sejak Januari 2016 sampai dengan 13 Maret 2017, 7 negara dan teritorial bagian Amerika melaporkan kasus konfirmasi Demam Kuning antara lain : Bolivia, Brazil, Kolumbia, Ekuador, Guyana Perancis, Peru dan Suriname. Di Brazil sejak 1 Juli 2017 sampai 24 April 2018, ada 1.218 kasus konfirmasi demam kuning dengan 364 kematian (CFR 30%). Semua kasus konfirmasi di Brasil dikaitkan dengan penularan tipe sylvatic tanpa bukti transmisi yang terkait dengan tipe perkotaan. Pada 24 April 2018, 19 kasus konfirmasi dilaporkan terjadi pada pelaku perjalanan yang belum divaksinasi dimana 3 diantaranya terdeteksi di Brasil, dan 16 dilaporkan dari Argentina, Prancis, Jerman, Belanda, Rumania, Swiss, dan Inggris. (Update disease outbreak news WHO, 3 Mei 2018)

Penyakit Demam Kuning saat ini juga aktif di Nigeria yang dikonfirmasi di 11 negara bagian (Kwara, Kogi, Kano, Zamfara, Kebbi, Nasarawa, Niger, Katsina Edo, Ekiti, dan Rivers). Sejak 12 September 2017 sampai 12 Agustus 2018, total kasus di Nigeria adalah 2.581 kasus suspek dengan 2.396 sampel darah yang dikumpulkan dan diuji di laboratorium Nigeria. Dari sampel darah yang diuji di laboratorium Nigeria, ada 110 sampel dugaan positif, kemungkinan, dan tidak menyakinkan yang dikirim ke IP Dakar. Hasilnya 47 sampel (37,3%) di Nigeria dikonfirmasi positif, 77 sampel negatif, dan 2 sampel menunggu hasil dari IP Dakar. Total kematian adalah 47 kematian dari total kasus, sedangkan 10 kematian dari total kasus konfirmasi (CFR 21,3%). (Yellow Fever Situation Report Nigeria Centre For Disease Control Epi-week 32, 12 Agustus  2018).

  1. Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini : NIHIL

 

Demam Lassa

  1. Situasi Global

Sejak 1 Januari sampai 12 Agustus 2018 dilaporkan sebanyak 2.378 kasus suspek dari 22 negara bagian (Abia, Adamawa, Anambra, Bauchi, Benue, Delta, Ebonyi, Edo, Ekiti, Enugu, FCT, Gombe, Imo, Kaduna, Kogi, Lagos, Nasarawa, Ondo, Osun, Rivers, Taraba, dan Plateau). Dari kasus tersebut terdapat 485 kasus konfirmasi dengan 123 kematian (CFR 25.6%), 10 probable, dan 1.882 negatif. Tiga negara yang melaporkan 82% dari kasus konfirmasi demam lassa adalah negara Edo (44%), Ondo (24%), dan Ebonyi (14%). Sejak wabah terdapat 39 petugas kesehatan terinfeksi demam lassa yang tersebar di 7 negara bagian (Ebonyi, Edo, Kogi, Nasarawa, Ondo, Taraba dan Abia) dengan 10 kematian. Terdapat 6.849 kontak erat yang telah diidentifikasi: 435 (6,4%) masih di lakukan pengamatan, 6315 (92,2%) telah dilakukan pengamatan selama 21 hari, 10 (0,2%) hilang pengamatan. Sebanyak 88 (1,4%) kontak simptomatis telah diidentifikasi dan 32 orang  (0,05%) diantaranya dinyatakan positif. (Lassa Fever Situation Reports Nigeria Center For Diseases Center No. 33, 12 Agustus 2018).

  1. Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini : NIHIL

 

Listeriosis

  1. Situasi Global

Listeriosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes dan menyebar melalui pangan yang terkontaminasi (foodborne disease). Saat ini sedang terjadi KLB di tiga wilayah yaitu:

    • Australia: Sejak 26 Januari 2018 – 20 Maret 2018 dilaporkan 19 orang terinfeksi bakteri Listeria, dengan 6 kematian. Tersebar di New South Wales (6), Victoria (8), Queensland (4) dan Tasmania (1). Hasil investigasi bersama antara otoritas kesehatan dan otoritas pangan New South Wales (NSW) menunjukkan bahwa sumber infeksi adalah melon kuning (rock melon) yang dibudidayakan perusahaan pertanian di Nericon Distrik Riverina NSW, namun belum diketahui dengan pasti titik sumber kontaminasi pada rantai penyediaan melon kuning. Untuk mengurangi risiko WHO menyarankan untuk mencuci semua buah dan sayuran sebelum dikonsumsi. (Event information WHO, 9 April 2018) .
    • Afrika Selatan: Sejak 1 Januari 2017 sampai 17 Juli 2018, dilaporkan 1.060 kasus konfirmasi dengan 216 kematian dari semua provinsi di Afrika Selatan. Sebagian besar kasus telah dilaporkan dari Provinsi Gauteng (57,9%) diikuti Western Cape (12,8%) dan KwaZulu-Natal (7,8%) (Situation Report of Listerioasis in Republic South Africa, 26 Juli 2018).
    • Europe Union: Sejak 2015 sampai 15 Juni 2018 terdapat 47 kasus dengan 9 kematian (CFR = 19%) yang dilaporkan dari 5 negara anggota Europe Union yaitu Austria, Denmark, Finland, Sweden dan UK. Sumber infeksi diketahui berasal dari jagung beku atau frozen mix vegetables yang didalamnya terdapat jagung yang diproduksi di Hungary. (WHO Event Update, 18 Juli 2018)
  1.  Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini : NIHIL

 

Nipah Virus

  1. Situasi Global

Nipah virus di India dilaporkan dari dua wilayah dari Kabupaten Kerala yaitu Kozhikode dan Malappuram. Sebanyak 19 kasus (18 kasus konfirmasi dan 1 kasus suspek yang meninggal namun belum sempat diambil sampelnya) 17 kasus diantaranya meninggal. Outbreak kali ini dilokalisasi di dua wilayah Kerala yaitu Kozhikode dan Mallapuram. Tidak ada kasus kematian baru yang dilaporkan sejak 1 juni 2018 . Pada 30 Juli 2018 dilaporkan adanya penularan dari manusia ke manusia di Kerala (WHO Event Update, 7 Agustus 2018).

Nipah virus merupakan penyakit zoonosis dengan angka kematian yang tinggi (40% – 70%) khususnya di wilayah Asia Tenggara. Namun, hal tersebut dipengaruhi oleh kemampuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi nipah virus. Penularan dari manusia ke manusia sangat terbatas, biasanya terjadi pada anggota keluarga dan tenaga kesehatan yang tidak terlindungi dengan aman melakukan kontak langsung dengan pasien.

  1. Situasi di Indonesia : NIHIL
  2. Informasi minggu ini : NIHIL

 

Terima kasih,

Salam,
Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan

 1,663 total views,  2 views today

Like this Article? Subscribe to Get our news update for FREE!

Post Author: AMN